Ada yang beda hari ini,, saya berangkat kepagian.. Ahihi... Mimpi g ya...
Hemm,, ternyata menyenangkan ya berangkat gak telat. Ngelakuin aktifitas apapun jadi ringan, menyenangkan, g gradag grudug. Hehee... Maklumlah,, mungkin karna dari jaman sekolah, kuliah smpe kerja,, saya tergolong anak telaTan bukan telaDan.
TelaTan udah jadi sarapanq sehari2. Banyak cerita konyol akibat kebiasaan burukq ini.
Waktu SMP saking mepetnya waktu berangkat kesekolah, ngebut di jalanan tidak bisa d hindarkan. Alhasil, tak terhitung berapa kali saya terpaksa nyium aspal di pertigaan, kena makian banyak orang, rok sobek sana sini. Meski memelukan, kerinduan akan masa2 itu seringkali datang *curcol*. Masa2 indah d sekolah..
Tak berhenti sampai d jaman sekolah, jaman kuliah pun, kebiasaan buruk telaTan masie berlanjut. Lari2an dari depan parkiran ke lantai tiga lab kampus hampir tiap hari. Itung2 olah raga kali y. :p *sebuah pembelaan diri*
Klo yang namanya udah kebiasaan emang susah buwad d ilangin. Lusus kuliah kemudian kerja, tapi masie saja jadi anak telaTan. *gedeg pindo*. Masie inget jaman awal2 d kantorq ini, *ngakak dulu*, dengan PD'nya sering banget saya telat dan tanpa merasa bersalah cuek bebek asal aja masuk k barisan apel walopun itu lg do'a *parah*.
Hemm, 3 bulan berlalu, sedikit mikir, klo telat gitu mod bwad ngapa2in kok jelek y.. Kerja jd g semangad.
Dan ahirnya,, HARI INI SAYA TIDAK TELAT. *baru gitu aja udah bangga* Untuk ukuran saya yg dari dulu udah telaTan, 3 hari berturut2 g telat adalah rekor hebat. Semoga,, hari2 berikutnya terus berlanjut. Amien..
Manusia d beri akal buwad berpikir, d beri kekuatan bwad berusaha, d beri kesempatan untuk memperbaiki diri.
Trimakasih Tuhanq,, masih Engkau beri kesempatan hamba untuk berbenah, berusaha menjadi insanMu yang lebih baik lagi. Puji syukurq hanya pada_Mu. Semoga senantiasa hamba tergolong hamba_Mu yang slalu berupaya menggapai ridho_Mu. Amien.
NB: untuk penulis,, semangadnya d jaga y,, jgn sampe pasang surut kaya ombak d laut.
Jumat, 12 Agustus 2011
Rabu, 27 Juli 2011
Tanya apa...
Apa Yang Paling Dekat Dengan Kita?
Suatu hari,
Imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya.
Ia bertanya :
Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Mereka menjawab:
Orang tua, guru, kawan, dan sahabat.
Ia menjawab:
Benar, tapi yang paling dekat dengan kita adalah mati. Sebab setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Lalu ia meneruskan:
Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?
Mereka menjawab:
"Negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang.”
Ia menjawab:
Benar, tapi yang paling jauh adalah masa lalu. Dengan cara apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.
Kembali Imam Ghazali bertanya:
Apa yang paling besar di dunia ini?
Mereka menjawab:
Gunung, bumi dan matahari.
Ia menjawab:
Semua benar, tapi yang paling besar adalah nafsu. Kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Selanjutnya:
Apa yang paling berat di dunia ini?
Ada yang menjawab:
Besi dan gajah.
Ia menjawab:
Semua jawaban benar, tapi yang paling berat adalah ****ang amanah.
Pertanyaan kelima:
Apa yang paling ringan di dunia ini?
Ada yang menjawab:
kapas, angin, debu dan daun-daunan.
Ia menjawab:
Semua benar, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat.
Dan terakhir:
Apakah yang paling tajam di dunia ini?
Mereka menjawab serentak:
Pedang.
Ia menjawab:
Benar, tapi yang paling tajam adalah lidah manusia. Karena lidah, manusia selalu bisa menyakiti hati dan melukai perasaan saudara sendiri.
sumber: http://melihat-lebih-dekat.blogspot.com/search/label/Renungan
Suatu hari,
Imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya.
Ia bertanya :
Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Mereka menjawab:
Orang tua, guru, kawan, dan sahabat.
Ia menjawab:
Benar, tapi yang paling dekat dengan kita adalah mati. Sebab setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Lalu ia meneruskan:
Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?
Mereka menjawab:
"Negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang.”
Ia menjawab:
Benar, tapi yang paling jauh adalah masa lalu. Dengan cara apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.
Kembali Imam Ghazali bertanya:
Apa yang paling besar di dunia ini?
Mereka menjawab:
Gunung, bumi dan matahari.
Ia menjawab:
Semua benar, tapi yang paling besar adalah nafsu. Kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Selanjutnya:
Apa yang paling berat di dunia ini?
Ada yang menjawab:
Besi dan gajah.
Ia menjawab:
Semua jawaban benar, tapi yang paling berat adalah ****ang amanah.
Pertanyaan kelima:
Apa yang paling ringan di dunia ini?
Ada yang menjawab:
kapas, angin, debu dan daun-daunan.
Ia menjawab:
Semua benar, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat.
Dan terakhir:
Apakah yang paling tajam di dunia ini?
Mereka menjawab serentak:
Pedang.
Ia menjawab:
Benar, tapi yang paling tajam adalah lidah manusia. Karena lidah, manusia selalu bisa menyakiti hati dan melukai perasaan saudara sendiri.
sumber: http://melihat-lebih-dekat.blogspot.com/search/label/Renungan
Jumat, 22 Juli 2011
Sebuah Renungan
Sangad ingin menapakkan kaki kembali ke ungaran, menghirup segarnya udara prumasan, menikmati dinginnya udara puncak. Bernyanyi riang sepanjang perjalanan bersama kawand-kawand. Hemmmm....
Dilain sisi,, kewajiban pekerjaan dan mereka. Mereka yang tak pernah minta banyak,, hanya sedikit waktu di antara banyak waktu yang kau miliki.
Egoq menginginkan untuk menuju puncak, tapi sisi lain hatiq melarang. Ohh,, sit... Andai bisa membelah seperti amoeba, bisa berada di 2 tempat dalam waktu yang sama.
Hemm,, kata seseorang,, seorang pendaki sejatinya sedang blajar untuk menklukkan puncak ego. Dan saya belum bisa menjadi seorang pendaki sejati, karna belum bisa menaklukkan egoq.
Entah...
Dilain sisi,, kewajiban pekerjaan dan mereka. Mereka yang tak pernah minta banyak,, hanya sedikit waktu di antara banyak waktu yang kau miliki.
Egoq menginginkan untuk menuju puncak, tapi sisi lain hatiq melarang. Ohh,, sit... Andai bisa membelah seperti amoeba, bisa berada di 2 tempat dalam waktu yang sama.
Hemm,, kata seseorang,, seorang pendaki sejatinya sedang blajar untuk menklukkan puncak ego. Dan saya belum bisa menjadi seorang pendaki sejati, karna belum bisa menaklukkan egoq.
Entah...
Selasa, 19 Juli 2011
...My First...
G sengaja buka2 album lawas. Hehehe,, dan saya nemu foto pendakian pertamaq d ungaran with my big family KSR unit Undip. Heeem,, rasanya kuangend pake buanged.. Meski sadar benar bahwasanya tidaklah mungkin mengulang kembali masa-masa yang telah lalu, tapi tak bisa q pungkiri ingin sekali rasanya kembali k masa2 itu.
Semoga akan ada kesempatan untuk bisa berkumpul bersama kalian lagi,, membuat kenangan2 lagi, kenangan yang membuat kita tersenyum saat mengenangnya... Amiiiiiiin..
Bisa d bilang,, aq jatuh cinta pada pandangan pertama pada gunung. Pertama kalinya naek langsung ingin lagi, lagi dan lagi. Mungkin benar kata sebut sebut saja mas Udin, naek gunung itu bikin nagih, jdi buwad cewek2 sebaiknya jgn coba buwad naek gunung. Repot.
Hehehe,, tpi maaf y kakakq sayang, tanpa mengurangi hormatq pada'mu, aq terpaksa tidak menurutimu kali ini. Udah kadung jatuh hati sie,,, Hehehe..
Kali pertama naik,, aq belajar arti kejujuran, kejujuran untuk jadi diri sendiri. Belajar untuk bisa b'teriak lantang membebaskan hati dari segala pelik yg membelenggu. Thx bwad orang yg telah mengajariq caranya teriak, meskipun aroma parfummu sangad menggangguku kala itu. Thx y mas Jasmine*
Di gunung aq merasakan kedamaian. Dapat mengagumi alam raya ciptaannya. Taburan bintang diantara pucuk2 pinus. Hamparan luas pepohonan yg menghijau. Langit biru di hiasi awan putih yg berak indah. Aq merasa benar2 menjadi aq.
Hemm,, kerinduanq padamu semakin memuncak wahai gunung.
Ada yg mau ngajak saya nggunung lg?
Semoga akan ada kesempatan untuk bisa berkumpul bersama kalian lagi,, membuat kenangan2 lagi, kenangan yang membuat kita tersenyum saat mengenangnya... Amiiiiiiin..
Bisa d bilang,, aq jatuh cinta pada pandangan pertama pada gunung. Pertama kalinya naek langsung ingin lagi, lagi dan lagi. Mungkin benar kata sebut sebut saja mas Udin, naek gunung itu bikin nagih, jdi buwad cewek2 sebaiknya jgn coba buwad naek gunung. Repot.
Hehehe,, tpi maaf y kakakq sayang, tanpa mengurangi hormatq pada'mu, aq terpaksa tidak menurutimu kali ini. Udah kadung jatuh hati sie,,, Hehehe..
Kali pertama naik,, aq belajar arti kejujuran, kejujuran untuk jadi diri sendiri. Belajar untuk bisa b'teriak lantang membebaskan hati dari segala pelik yg membelenggu. Thx bwad orang yg telah mengajariq caranya teriak, meskipun aroma parfummu sangad menggangguku kala itu. Thx y mas Jasmine*
Di gunung aq merasakan kedamaian. Dapat mengagumi alam raya ciptaannya. Taburan bintang diantara pucuk2 pinus. Hamparan luas pepohonan yg menghijau. Langit biru di hiasi awan putih yg berak indah. Aq merasa benar2 menjadi aq.
Hemm,, kerinduanq padamu semakin memuncak wahai gunung.
Ada yg mau ngajak saya nggunung lg?
Senin, 11 Juli 2011
...Sisi Lain...
Ihihi... Hal yg paling q suka sbge statistisi.. Survei..survei...
Dalam rangka program D*****,, Litbangsta punya gawe penelitian dg judul "Pengaruh Industri Rokok Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pekerjanya". Usust punya usut, judul ini sbenere request langsung dr yg empunya kantor. Yups,, Bpk IrS, MT . Awal saya masuk d kantor ini,, judul udah ada, proposal udah jadi,, kuisioner udah siap. T A P I. Setelah saya dan rekan sesam orang baru R. Cahyo membaca kesemuanya, cuman satu hal yg t'lintas d kepala kami. G A K N Y A M B U N G. Sayangnya palu telah d gedog, so judul bagemanapun g bisa d ubah. Alhasil,, kami b'dua d amanati bagaimanapun caranya bwad m'nyambungkan ketidak nyambung tsb*lebay sitik*. Satu2nya cara yach mengubah isi. Jadilah dari mulai tujuan penelitian, metodologi, penyampelan, item2 penelitian sampai kuisioner d rombak abis. *semoga tahun depan g lg seperti itu*
Setelah beberapa kali refisi,, ahirnya d gedoglah kuisioner penelitian tersebut. Dan kini,, tibalah saatnya b'aksi.
Sabtu 9 juli 2011 kami pilih menjadi hari baik untuk memulai penelitian ini *bukan alasan sebenarnya,, Xixixi*. Dengan crew saya; mz cahyo; dk rina n tentunya yg poenya kuasa Pak Gunawan dan target sasaran kec. Bogorejo.
Terbyata,, medannya buagus bgt *bukan arti sebenarnya*,, aspal seadnya n kondisi jalan yg naik turun. tapi viunya lumayan keren lho.. Coba saja d lihat ni. Hasil jepretanq lho..*g penting*.
Inilah potret kecil jalan yg kami lalui,, ini yg tergolong "mending",, ada yg lebih parah,, tpi maaf foto2nya blum bs d terbitkan. Sabar y klo mau liad...
Hehehe,, dan ahirnya d trimakasieh kepada segenap crew:
Ternyata motor qTa (red_crew) yg terhitung cukup sepuh,, kuwad d ajak ndaki... Hehehe..
Terimaksieh pula kepada para responden dan segenap pihak yg telah membantu..
Trimaksie n sampai jumpa dg cerita selanjutnya...
Ternyata d ujung Blora yg laen,, masie banyak yg kondisi kehidupannya membutuhkan perhatian dari semua pihak,, infrastruktur, pendidikan n kesehatan terutama. Kenapa begitu, karena dari sekian responden yg kami temui masieh banyak yg berpendidikan terakhis cukup SD sadja.
*ameh nulis opo,, sek d tulis opo.. yach,, begitulah saiya,, OKI,, mohon masukan dri semua pihak y..
Dalam rangka program D*****,, Litbangsta punya gawe penelitian dg judul "Pengaruh Industri Rokok Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pekerjanya". Usust punya usut, judul ini sbenere request langsung dr yg empunya kantor. Yups,, Bpk IrS, MT . Awal saya masuk d kantor ini,, judul udah ada, proposal udah jadi,, kuisioner udah siap. T A P I. Setelah saya dan rekan sesam orang baru R. Cahyo membaca kesemuanya, cuman satu hal yg t'lintas d kepala kami. G A K N Y A M B U N G. Sayangnya palu telah d gedog, so judul bagemanapun g bisa d ubah. Alhasil,, kami b'dua d amanati bagaimanapun caranya bwad m'nyambungkan ketidak nyambung tsb*lebay sitik*. Satu2nya cara yach mengubah isi. Jadilah dari mulai tujuan penelitian, metodologi, penyampelan, item2 penelitian sampai kuisioner d rombak abis. *semoga tahun depan g lg seperti itu*
Setelah beberapa kali refisi,, ahirnya d gedoglah kuisioner penelitian tersebut. Dan kini,, tibalah saatnya b'aksi.
Sabtu 9 juli 2011 kami pilih menjadi hari baik untuk memulai penelitian ini *bukan alasan sebenarnya,, Xixixi*. Dengan crew saya; mz cahyo; dk rina n tentunya yg poenya kuasa Pak Gunawan dan target sasaran kec. Bogorejo.
Terbyata,, medannya buagus bgt *bukan arti sebenarnya*,, aspal seadnya n kondisi jalan yg naik turun. tapi viunya lumayan keren lho.. Coba saja d lihat ni. Hasil jepretanq lho..*g penting*.
Inilah potret kecil jalan yg kami lalui,, ini yg tergolong "mending",, ada yg lebih parah,, tpi maaf foto2nya blum bs d terbitkan. Sabar y klo mau liad...
Hehehe,, dan ahirnya d trimakasieh kepada segenap crew:
Rina Dst
tuan rumah
Raden Cahyo n unidentified person
Ternyata motor qTa (red_crew) yg terhitung cukup sepuh,, kuwad d ajak ndaki... Hehehe..
Terimaksieh pula kepada para responden dan segenap pihak yg telah membantu..
Trimaksie n sampai jumpa dg cerita selanjutnya...
Ternyata d ujung Blora yg laen,, masie banyak yg kondisi kehidupannya membutuhkan perhatian dari semua pihak,, infrastruktur, pendidikan n kesehatan terutama. Kenapa begitu, karena dari sekian responden yg kami temui masieh banyak yg berpendidikan terakhis cukup SD sadja.
*ameh nulis opo,, sek d tulis opo.. yach,, begitulah saiya,, OKI,, mohon masukan dri semua pihak y..
& last,, d'best picture is....
Kamis, 07 Juli 2011
Kisah Elang di Lingkungan Ayam
Sebuah kisah yg cukup inspiratif. Untuk memotifasi diri,, jangan larut dalam keadaan,, karna kita juga bisa mengkondisikan linkungan. Tergantung seberapa besar kemauan kita untuk mau mengkondisikan lingkungan.
Seorang elang yg sebenarnya bisa terbang membelah langit,, tpi karna terbiasa menganggap dirinya ayam hingga ahir hidupnya tak pernah terbang walau sedetikpun.
Untuk cerita lengkap,, silahkan baca d Elang di Lingkungan Ayam
Seorang elang yg sebenarnya bisa terbang membelah langit,, tpi karna terbiasa menganggap dirinya ayam hingga ahir hidupnya tak pernah terbang walau sedetikpun.
Untuk cerita lengkap,, silahkan baca d Elang di Lingkungan Ayam
Langganan:
Postingan (Atom)
